Mengurus ijin PJK3 Pembina atau pelatihan FAT

Sebenarnya PJK3 dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, misalnya PJK3 bidang industri, PJK3 untuk perusahan kostruksi dan lain sebagainya. Kita akan bahas secara khusus yaitu bidang kesehatan. Dalam bidang Kesehatan PJK3 ada dua. Yaitu tentang pemeriksaan kesehatan, biasanya dipakai untuk melaksanakan MCU karyawan dan PJK3 untuk melaksanakan training FAT. 
Bagi perusahaan atau individu yang concern tentang perlunya kesehatan dalam hidup sehari hari. Maka di rasa perlu untuk menerapkan bagaimana menjaga kesehatan dan mengobati atau mencegah sebelum kejadian fatal terjadi.
Untuk itu diperlukan ketrampilan yamg mumpuni bagi seseorang untuk bisa menjadi petugas kesehatan di tempat kerja. Tentunya di samping seseorang tersebut memahami tentang bagaimana menolong sesorang atau dirinya sendiri harus punya latar belakang  medis.
Tidak hanya itu sesorang tersebut harus punya ijin atau sertifikat yang diakui pemerintah. Di Indonesia yang berhak mengeluarkan sertifikat FAT (First Aid Training) adalah Kementrian Tenaga Kerja) .
Bagaiaman cara mengurus sertifikat tersebut ? Sebenarnya caranya sederhana. Langkah langkahnya sebagi berikut.

  1. Membuat surat permohonan yang ditujukan ke Kementrian tenaga kerja
  2. Akte perusahaan dan pengesahannya.
  3. Perusahaan tersebut harus mempunyai ijin Usaha atau SIUP
  4. Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak
  5. Surat keterangan domisili
  6. Daftar peralatan yang di gunakan untuk First aid training
  7. Ada struktur Organisasi yang menggambarkan posisi dan Hirarki 
  8. Mempunyai tenaga dokter yang sudah mempunyai ijin sebagai dokter pemeriksa kesehatan kerja dari pemerintah.
  9. Surat pernyataan bersedia sebagai tenaga pembina dari dokter atau ahli K3
  10. Daftar riwayat hidup dokter pemeriksa
  11. Foto 4 x 6 = 2 lembar

Lalu bagaimana pelaksanaan di lapangan ? langkahnya sebagai berikut


  1. Biasanya perusahaan yang bersangkutan (yang sudah punya ijin sebagai PJK3) membuat permohonan ijin kepada dinas tenaga kerja terkait. Permohonan ijin itu di CC kan ke Kementrian tenaga kerja.
  2. Setelah itu sesuai dengan perjanijian antara perusahaan PJK3 dan cliennya serta Dinas Tenaga kerja terkait melaksanakan training PJK3 di tempat yang telah di tetapkan.
  3. Berdasarkan hasil training tersebut dibuat Berita Acara dan di kirim ke Kementrian tenaga Kerja untuk di buatkan sertifikat.
  4. Dan Dinas Tenaga kerja setempat membuat kartu petugas untuk semua peserta training.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar